Senin, 16 Maret 2009

Siapa Aku

Setelah semua yang terjadi ternyata keberadaanku tetaplah maya. Eksistensi yang selama ini ku kira adalah diriku ternyata semu. Apakah aku? Siapakah diriku? Semakin kupahami diriku semakin samar keberadaanku. Apakah sebenarnya yang dapat menjelaskan keberadaanku? Apakah aku ada karena aku berpikir? Cogito ergo sum ? Ataukah aku sebenarnya tidak ada?
Berbagai pertanyaan yang aku mampu tanyakan. Apakah jawabnya? Apakah aku harus bertanya pada Orangtua Berambut Putih? Apakah dia cukup tahu tentang diriku? Ataukah aku yang harus mencarinya?
Kata Bapakku : Hanifan : Lurus maknanya orang itu harus lurus sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh agama. Jadilah anak yang berbakti pada orangtua, agama dan masyarakat.
Mong :Harimau maknanya sebagai seorang yang kuat di tengah rimba hidup. Tegar, tegas dan berpendirian.
Anggero:Mengaum maknanya berani mengutarakan kebenaran dengan lantang. Bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
Kata Ibuku : Kamu anak satu-satunya dan sudah dibiayai untuk belajar sengan segala kekuatan maka mau tidak mau harus berhasil.
Kata Tunanganku : Kamu adalah masa depanku, segala harapanku ada padamu. Berusahalah mencapai cita-citamu sebelum kamu mengajakku pulang. Tanggung jawabmu untuk menafkahiku dan anak-anakmu!

lalu, siapa sebenarnya aku?

Kamis, 12 Maret 2009

We Will Not Go Down Gaza - Michael Heart



WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)

Copyright 2009


Versi Terjemahan Bahasa Indonesia secara bebas a la penggemarsetia


Kilau cahaya putih yang membutakan

Menyerang langit gaza malam ini

Orang-orang berlari mencari perlindungan

Tanpa tahu apakah mereka mati atau hidup


Mereka datang dengan tank-tank dan pesawat-pesawat

Dalam kobarang api yang membinasakan

Dan tak ada yang tersisa

Hanya suara yang berteriak dalam kabut


Kita tidak akan kalah

Di malam hari, tanpa perlawanan

Kamu(israel) bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami

Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Kami tidak akan kalah

Di Gaza malam ini


Tanpa peduli, wanita dan anak-anak

Dibunuh dan dibantai malam demi malam

Sementara pemimpin terkenal dari negara yang jauh

Berdebat tentang siapa yang salah atau siapa yang benar


Tapi kata-kata lemah mereka tak berguna

Dan bom-bom tetap berjatuhan bagai hujan asam

Tapi dibalik airmata dan darah dan rasa sakit

Kalian masih dapat mendengar suara dibalik kabut


Kita tidak akan kalah

Di malam hari, tanpa perlawanan

Kamu(israel) bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami

Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Kami tidak akan kalah

Di Gaza malam ini


Setelah tahu lirik seperti ini, siapa yang tidak terbakar hatinya?


Bukan lagi masalah muslim dan yahudi, masalah ini adalah antara keadilan dan kejahatan.


Apa yang dilakukan warga Gaza?


Anak-anak itu? Orang tua itu?